Sabtu, 15 April 2017

Enrique Tantang Pemain Yang Kritik Strateginya Di Barca



Enrique Tantang Pemain Yang Kritik Strateginya Di Barca - Pelatih Barcelona, Luis Enrique, mengatakan bahwa dirinya memiliki hak untuk memutuskan segalanya di dalam klub tersebut dan juga tidak ingin mendapat sanggahan. Menurut Luis Enrique, dia akan berbicara empat mata pada setiap orang di timnya yang merasa memiliki masalah terkait dengan kebijakan yang sudah diterapkannya. (agen sabung ayam)

Pernyataan Luis Enrique tersebut juga dipicu sebagai anggapan miring publik setelah Barcelona kalah dengan skor akhir 0-3 dari Juventus pada laga leg pertama babak perempat final ajang Liga Champions, yang berlangsung di Juventus Stadium, pada hari Selasa (11/4/2017).

Berbagai kalangan pun menjadikan Luis Enrique sebagai sosok kambing hitam karena ia dinilai sudah menerapkan taktik yang salah di dalam pertandingan tersebut. Akan tetapi, sang pelatih langsung menepis kritikan tersebut dan menilai dirinya sudah meramu strategi yang yang sangat tepat.

"Saya adalah satu-satunya orang yang paling harus bertanggung jawab terkait dengan kekalahan Barcelona dari Juventus. Akan tetapi, saya juga menekankan tidak pernah menerapkan taktik yang salah ketika bertanding di Turin," papar Luis Enrique.

"Saya adalah pelatihnya dan sangat berhak memutuskan segalanya. Jika ada yang merasa bermasalah dengan hal ini, saya pun akan memberikan mereka waktu yang banyak di tengah ruang ganti nanti. Di sana, mereka juga bisa memberitahu saya apa yang terasa salah secara langsung," papar Luis Enrique.

Barcelona sangat butuh minimal menang dengan skor akhir 4-0 atas Juventus untuk bisa lolos ke babak semifinal ajang Liga Champions di musim 2016-2017 ini. Laga leg kedua nantinya dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Camp Nou, pada hari Rabu (19/4/2017) mendatang.

Jumat, 14 April 2017

Rencana Sergio Ramos Setelah Pensiun



Rencana Sergio Ramos Setelah Pensiun - Pemain Bek Real Madrid, Sergio Ramos, mengungkapkan tujuannya setelah ia gantung sepatu adalah menjadi seorang pelatih. Langkah itu pun diambil oleh Ramos karena dirinya masih ingin terus berkecimpung di dunia permainan sepak bola di sepanjang hidupnya. (sabung ayam online)

"Saya akan merasa sangat senang jika memang bisa menjadi seorang pelatih di masa yang akan datang. Bagi diri saya, melatih sebuah klub ialah suatu hal yang selalu bisa menjadi sebuah impian," ungkap Sergio Ramos.

"Saya juga akan selalu terus menerima tantangan karena sudah sering melakukan hal tersebut sebagai pemain sepak bola. Meskipun, situasi yang akan terjadi ini kemungkinan sangat jauh berbeda jika dibandingkan saat ini," ungkap Sergio Ramos.

Sergio Ramos juga mengawali karir sepak bola profesionalnya ketika masih berusia 17 tahun di Sevilla pada musim 2003-2004. Selama periode tersebut, dia selalu bisa membukukan hingga tiga gol dari total 45 laga di berbagai ajang kompetisi.

Bakat yang sudah dimiliki oleh Sergio Ramos saat ini mengundang ketertarikan dari Real Madrid. Per tanggal 31 Agustus 2005 silam, El Real tanpa ragu menebusnya dari Sevilla dengan harga hingga 27 juta euro atau setara dengan Rp 380,53 miliar.

Keputusan dari Real Madrid membeli Sergio Ramos sudah terbukti tepat. Hingga saat ini sang pemain sudah berhasil mengemas hingga 68 gol dan juga 36 assist dari total 511 penampilan di berbagai ajang kompetisi.

Sergio Ramos juga juga turut mengantarkan Real Madrid meraih berbagai prestasi gemilang. Beberapa di antaranya adalah dua trofi ajang Liga Champions, tiga gelar ajang La Liga dan juga satu Piala Dunia Antar Klub.

Wapres RFEF Anggap Neymar Tak Harus Dihukum



Wapres RFEF Anggap Neymar Tak Harus Dihukum - Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Joan Gaspart, menganggap bahwa Neymar sangat tidak layak mendapatkan sanksi larangan ikut bermain selama tiga pertandingan. Menurut Gaspart, wasit seharusnya saat itu menghukum para pemain Malaga karena sudah berulang kali melanggar penyerang Barcelona tersebut. (agen sabung ayam)

"Bagi saya, sanksi yang saat ini diberikan kepada Neymar sepertinya sangat keliru. Kalangan media mengartikan sikap yang ditunjukkan Neymar sebagai sebuah sindiran. Saya juga tidak mengerti mengapa mereka bisa menafsirkan hal seperti itu," ujar Gaspart.

“Neymar boleh saja diusir ke luar lapangan saat itu. Akan tetapi, sebelumnya Anda juga harus melakukan hal tersebut terhadap setengah dari tim Malaga karena mereka jauh lebih sering melanggar Neymar didalam pertandingan tersebut,” papar Joan Gaspart.

Sebelumnya, Neymar sudah diprediksi hanya akan mendapatkan sanksi larangan bermain selama satu pertandingan saja. Hal tersebut dikarenakan sang pemain harus menerima kartu merah ketika Barcelona menang dengan skor akhir 2-0 atas Malaga pada pertandingan pekan ke-32 ajang La Liga, yang berlangsung di Stadion La Rosaleda (15/4/2017).

Namun, mantan pemain Santos tersebut memberi tepuk tangan kepada pihak ofisial keempat ketika ia hendak meninggalkan lapangan dan juga menuju ruang ganti pemain. Alhasil, durasi dari hukuman Neymar pun bertambah karena tak menunjukkan rasa hormat kepada pihak otoritas laga.

Neymar sudah dipastikan absen untuk membela Barcelona saat mereka bersua dengan Real Sociedad (15/4/2017), Real Madrid (23/4/2017) dan juga Osasuna (26/4/2017) di ajang kompetisi La Liga. Hal itu tentu saja akan sangat merugikan pihak Barcelona yang di beberapa pertandingan sebelumnya harus mengalami kekalahan telak dari lawannya.